Senin, 20 Mei 2013

Uta Palomara Londe, mutiara terpendam kota Bima

Bima atau biasa yang disebut oleh penduduk sekitar adalah mbojo ini terletak di salah satu daerah di Nusa Tenggara Barat, tepatnya di bagian timur pulau Sumbawa. bima atau mbojo ini memiliki makna tersendiri yaitu orang-orang yang merasa dilahirkan dan dibesarkan di tanah ini harus bersatu untuk membangun daerah ini tanpa harus disekatkan dengan birokrasi ataupun kepentingan politik. Bima ini memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Sebut saja pantai Lawata, wisata alam soromandi bima, desa campa yang walau belum terkenal namun memiliki keindahan alam yang luar biasa. Pantai wisata kalaki yang setiap tahunnya dijadikan sebagai tempat kegiatan festival. Bima juga dikenal sebagai penghasil mutiara yang cantik, namun disayangkan seluruh hasil produksinya diekspor ke luar negeri.

Kekayaan alam bima yang begitu melimpah tidak serta-merta menjadikan masyarakat bima hidup berkecukupan. Dengan sejarah yang begitu mengagumkan di Bima, diharapkan setiap putra daerah kembali dan bersatu untuk membangun daerah ini.

Letak Bima yang secara geografis berada di pesisir pantai menjadikan masyarakat Bima hampir selalu memakan ikan. Seperti orang indonesia, yang tidak afdhol bila tidak memakan nasi, seperti itu pula masyarakat Bima bila tidak memakan ikan.

Di Bima terdapat banyak sekali kulineran menarik seperti palomara santa (ikan kuah santan), uta londe puru (bandeng bakar), uta khato bhasa tarindi mangge, uta janga puru (ayam bakar), uta muju (daging rusa), saronco peke (asam-asam tulang iga sapi), dan banyak lagi kulineran Bima yang belum sepenuhnya terkenal di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun, pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang uta palomara londe. Dalam bahasa Bima, ikan sendiri dikenal dengan nama uta.

Uta palomara londe ini merupakan makanan khas Bima yang seringkali ditemukan di dapur-dapur rumah tangga masyarakat Bima. Tidak hanya sering tersaji saat diadakannya perayaan tapi juga dalam panganan sehari-hari juga seringkali dijumpai. Uta Palomara Londe biasa dikenal orang-orang selain masyarakat Bima menyebutnya Bandeng Kuah Santan.

Bagi anda semua yang ingin mencicipi lezatnya Uta Palomara Londe namun belum bisa untuk mencicipi langsung di Bima, saya akan berbagi resepnya. Semoga setelah mencicipi Uta Palomara Londe, anda berkesempatan untuk mengunjungi indahnya Bima ini :)

bahan yang dibutuhkan :
- 1 ekor ikan bandeng ukuran sedang (6-7ons) bersihkan sisik dan isi perutnya (bila suka biarkan saja isi perutnya, buang empedunya saja), potong 5 bagian
- 1 batang sereh dan 1 ruas jari lengkuas memarkan
- 1 ikat daun kemangi atau segenggam
-  1 sendok makan minyak goreng untuk menumis
- 100 cc air asam jawa/bima dari 2-3 buah asam matang
- 2 gelas air untuk kuah.

Bumbu yang dihaluskan : 
- 2 cabe merah
- 5 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 buah tomat ukuran sedang
- ½ ruas jari kunyit
- Garam secukupnya. 

Cara membuatnya : 
Cara 1. Panaskan minyak, setelah panas masukkan bumbu yang sudah dihaluskan diikuti sereh dan lengkuas, setelah harum masukkan ikan bandeng aduk-aduk dan biarkan beberapa detik lalu masukkan air asam ditambah 2 gelas air. Masak di atas api sedang selama kira-kira 20 menit, setelah matang masukkan kemangi, tambahkan sedikit gula atau penyedap rasa bila suka.  Siap dihidangkan.  
Cara 2. Bumbu-bumbu di atas tidak dihaluskan tapi cukup diiris tipis-tipis, bila suka tambahkan irisan belimbing wuluh tetapi air asam harus dikurangi. Siapkan panci atau penggorengan. Campur minyak dan semua bumbu yang sudah diiris serta ikan bandeng ke dalam panci serta air asam dan 2 gelas air. Rebus kira-kira selama 20 menit, selanjutnya ikuti cara 1 di atas. (Rasanya lebih segar).

Selain memiliki cita rasa yang lezat, uta palomara londe khas Bima ini yang berbahan baku ikan pastinya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Bandeng yang menjadi bahan baku uta palomara londe ini hidup di samudra hindia dan samudra pasifik. Ikan ini juga mengandung asam lemak omega 3 yang mengurangi resiko terjadinya ateresklerosis.

Kulikkan saya mengenai uta palomara londe ini saya ikutkan dalam jelajah gizi, info dan keterangan lebih lanjut. Silahkan lihat : www.nutrisiuntukbangsa.org





Minggu, 19 Mei 2013

Sup Ikan Bilendhango, kulineran khas Gorontalo

Yak kesempatan kali ini, saya akan mengulik makanan khas pesisir Gorontalo. Tidak kenal, maka tak sayang. Kita kenalan dengan Gorontalo dulu yuk ;)

Gorontalo telah menjadi provinsi sendiri dan mengalami pemekaran setelah sebelumnya merupakan bagian dari provinsi Sulawesi Utara sejak tahun 2000. Dan, apakah kalian tahu bahwa Gorontalo lebih dahulu merdeka sebelum indonesia yaitu pada tahun 1942 oleh perjuangan rakyatnya. Gorontalo yang terkenal dengan Pantai Buluhutuo-nya dan Taman Nasional Bogani Nani Martabone menjadikan gorontalo ini juga merupakan tujuan wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Namun, saat ini yang saya ingin bahas adalah kuliner tradisionalnya. Salah satu kuliner tradisional yang terkenal dari Gorontalo adalah Sup Ikan Bilendhango.

Provinsi Gorontalo terletak di pesisir pantai dan berhadapan langsung dengan teluk Tomini. Karena itu, banyak makanan khas sini yang berasal dari ikan laut. Makanan khas Gorontalo seperti binte biluhuta yang berisi jagung manis, udang serta kelapa; milu siram yang berbahan dasar ikan cakalang/ikan tenggiri/tuna yang dibakar; oeiloni yang berbahan dasar ikan kuwe yang dibakar, dan banyak lagi. Namun, kesempatan kali ini, saya akan mengulik tentang Sup Ikan Bilendhango.

Dalam masyarakat Gorontalo, terdapat mitologi yang mengatakan bahwa sup ini sangat baik bagi ibu-ibu yang sedang mengandung dan menyusui. Mungkin, dikarenakan makanan ini memiliki protein yang cukup tinggi sehingga baik untuk janin.

Buat kalian yang ingin mencoba merasakan kuliner khas Gorontalo namun belum berkesempatan menginjakkan kaki di Gorontalo, saya akan membagi resep Sup Ikan Bilendhango. Bahan yang diperlukan pun, tidak sulit untuk didapatkan :D


Bahan :
-  1000 gr (2 ekor) ikan kembung
- 1 sdm cuka
- 5 buah cabai merah (sesuai selera ya)
-  2 buah cabai hijau
- 6 siung bawang merah
- 3 sdm minyak untuk menumis
- 250 ml air (disesuaikan)
- 5 lembar daun jeruk
- 1 lembar daun kunyit
- 1 lembar daun pandan
- 25 lembar daun kemangi
- 1 sendok garam halus
- 5 cm jahe
- 3 buah tomat (sesuai selera )
- 1 batang sereh yang dimemarkan
- 10 cm daun bawang
- 5 sdm perasan jeruk

Cara memasak :
Rendam ikan dalam cuka 30 menit.
Lalu, gerus kasar cabe merah, cabe hijau, dan bawang merah dan tumis hingga harum.
Masukkan air (disesuaikan keinginan)

Tambahkan daun jeruk, daun kunyit, daun kemangi, daun pandan dan bubuhi garam.
Tambahkan daun bawang, tomat, jahe, dan sereh.
Masukkan ikan yang telah direndam tadi.
Masak hingga makan
Masukkan perasan air jeruk.
Dan, sup ikan bilendhango siap dinikmati, :)

Yak, selain dapat menikmati kuliner khas Gorontalo yang lezat ini, kita juga mendapatkan protein hewani yang terkandung dalam ikan pada Sup Ikan Bilendhango.

Kunjungi lebih lanjut ke : www.nutrisiuntukbangsa.org


Senin, 20 Mei 2013

Uta Palomara Londe, mutiara terpendam kota Bima

Bima atau biasa yang disebut oleh penduduk sekitar adalah mbojo ini terletak di salah satu daerah di Nusa Tenggara Barat, tepatnya di bagian timur pulau Sumbawa. bima atau mbojo ini memiliki makna tersendiri yaitu orang-orang yang merasa dilahirkan dan dibesarkan di tanah ini harus bersatu untuk membangun daerah ini tanpa harus disekatkan dengan birokrasi ataupun kepentingan politik. Bima ini memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Sebut saja pantai Lawata, wisata alam soromandi bima, desa campa yang walau belum terkenal namun memiliki keindahan alam yang luar biasa. Pantai wisata kalaki yang setiap tahunnya dijadikan sebagai tempat kegiatan festival. Bima juga dikenal sebagai penghasil mutiara yang cantik, namun disayangkan seluruh hasil produksinya diekspor ke luar negeri.

Kekayaan alam bima yang begitu melimpah tidak serta-merta menjadikan masyarakat bima hidup berkecukupan. Dengan sejarah yang begitu mengagumkan di Bima, diharapkan setiap putra daerah kembali dan bersatu untuk membangun daerah ini.

Letak Bima yang secara geografis berada di pesisir pantai menjadikan masyarakat Bima hampir selalu memakan ikan. Seperti orang indonesia, yang tidak afdhol bila tidak memakan nasi, seperti itu pula masyarakat Bima bila tidak memakan ikan.

Di Bima terdapat banyak sekali kulineran menarik seperti palomara santa (ikan kuah santan), uta londe puru (bandeng bakar), uta khato bhasa tarindi mangge, uta janga puru (ayam bakar), uta muju (daging rusa), saronco peke (asam-asam tulang iga sapi), dan banyak lagi kulineran Bima yang belum sepenuhnya terkenal di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun, pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang uta palomara londe. Dalam bahasa Bima, ikan sendiri dikenal dengan nama uta.

Uta palomara londe ini merupakan makanan khas Bima yang seringkali ditemukan di dapur-dapur rumah tangga masyarakat Bima. Tidak hanya sering tersaji saat diadakannya perayaan tapi juga dalam panganan sehari-hari juga seringkali dijumpai. Uta Palomara Londe biasa dikenal orang-orang selain masyarakat Bima menyebutnya Bandeng Kuah Santan.

Bagi anda semua yang ingin mencicipi lezatnya Uta Palomara Londe namun belum bisa untuk mencicipi langsung di Bima, saya akan berbagi resepnya. Semoga setelah mencicipi Uta Palomara Londe, anda berkesempatan untuk mengunjungi indahnya Bima ini :)

bahan yang dibutuhkan :
- 1 ekor ikan bandeng ukuran sedang (6-7ons) bersihkan sisik dan isi perutnya (bila suka biarkan saja isi perutnya, buang empedunya saja), potong 5 bagian
- 1 batang sereh dan 1 ruas jari lengkuas memarkan
- 1 ikat daun kemangi atau segenggam
-  1 sendok makan minyak goreng untuk menumis
- 100 cc air asam jawa/bima dari 2-3 buah asam matang
- 2 gelas air untuk kuah.

Bumbu yang dihaluskan : 
- 2 cabe merah
- 5 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 buah tomat ukuran sedang
- ½ ruas jari kunyit
- Garam secukupnya. 

Cara membuatnya : 
Cara 1. Panaskan minyak, setelah panas masukkan bumbu yang sudah dihaluskan diikuti sereh dan lengkuas, setelah harum masukkan ikan bandeng aduk-aduk dan biarkan beberapa detik lalu masukkan air asam ditambah 2 gelas air. Masak di atas api sedang selama kira-kira 20 menit, setelah matang masukkan kemangi, tambahkan sedikit gula atau penyedap rasa bila suka.  Siap dihidangkan.  
Cara 2. Bumbu-bumbu di atas tidak dihaluskan tapi cukup diiris tipis-tipis, bila suka tambahkan irisan belimbing wuluh tetapi air asam harus dikurangi. Siapkan panci atau penggorengan. Campur minyak dan semua bumbu yang sudah diiris serta ikan bandeng ke dalam panci serta air asam dan 2 gelas air. Rebus kira-kira selama 20 menit, selanjutnya ikuti cara 1 di atas. (Rasanya lebih segar).

Selain memiliki cita rasa yang lezat, uta palomara londe khas Bima ini yang berbahan baku ikan pastinya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Bandeng yang menjadi bahan baku uta palomara londe ini hidup di samudra hindia dan samudra pasifik. Ikan ini juga mengandung asam lemak omega 3 yang mengurangi resiko terjadinya ateresklerosis.

Kulikkan saya mengenai uta palomara londe ini saya ikutkan dalam jelajah gizi, info dan keterangan lebih lanjut. Silahkan lihat : www.nutrisiuntukbangsa.org





Minggu, 19 Mei 2013

Sup Ikan Bilendhango, kulineran khas Gorontalo

Yak kesempatan kali ini, saya akan mengulik makanan khas pesisir Gorontalo. Tidak kenal, maka tak sayang. Kita kenalan dengan Gorontalo dulu yuk ;)

Gorontalo telah menjadi provinsi sendiri dan mengalami pemekaran setelah sebelumnya merupakan bagian dari provinsi Sulawesi Utara sejak tahun 2000. Dan, apakah kalian tahu bahwa Gorontalo lebih dahulu merdeka sebelum indonesia yaitu pada tahun 1942 oleh perjuangan rakyatnya. Gorontalo yang terkenal dengan Pantai Buluhutuo-nya dan Taman Nasional Bogani Nani Martabone menjadikan gorontalo ini juga merupakan tujuan wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Namun, saat ini yang saya ingin bahas adalah kuliner tradisionalnya. Salah satu kuliner tradisional yang terkenal dari Gorontalo adalah Sup Ikan Bilendhango.

Provinsi Gorontalo terletak di pesisir pantai dan berhadapan langsung dengan teluk Tomini. Karena itu, banyak makanan khas sini yang berasal dari ikan laut. Makanan khas Gorontalo seperti binte biluhuta yang berisi jagung manis, udang serta kelapa; milu siram yang berbahan dasar ikan cakalang/ikan tenggiri/tuna yang dibakar; oeiloni yang berbahan dasar ikan kuwe yang dibakar, dan banyak lagi. Namun, kesempatan kali ini, saya akan mengulik tentang Sup Ikan Bilendhango.

Dalam masyarakat Gorontalo, terdapat mitologi yang mengatakan bahwa sup ini sangat baik bagi ibu-ibu yang sedang mengandung dan menyusui. Mungkin, dikarenakan makanan ini memiliki protein yang cukup tinggi sehingga baik untuk janin.

Buat kalian yang ingin mencoba merasakan kuliner khas Gorontalo namun belum berkesempatan menginjakkan kaki di Gorontalo, saya akan membagi resep Sup Ikan Bilendhango. Bahan yang diperlukan pun, tidak sulit untuk didapatkan :D


Bahan :
-  1000 gr (2 ekor) ikan kembung
- 1 sdm cuka
- 5 buah cabai merah (sesuai selera ya)
-  2 buah cabai hijau
- 6 siung bawang merah
- 3 sdm minyak untuk menumis
- 250 ml air (disesuaikan)
- 5 lembar daun jeruk
- 1 lembar daun kunyit
- 1 lembar daun pandan
- 25 lembar daun kemangi
- 1 sendok garam halus
- 5 cm jahe
- 3 buah tomat (sesuai selera )
- 1 batang sereh yang dimemarkan
- 10 cm daun bawang
- 5 sdm perasan jeruk

Cara memasak :
Rendam ikan dalam cuka 30 menit.
Lalu, gerus kasar cabe merah, cabe hijau, dan bawang merah dan tumis hingga harum.
Masukkan air (disesuaikan keinginan)

Tambahkan daun jeruk, daun kunyit, daun kemangi, daun pandan dan bubuhi garam.
Tambahkan daun bawang, tomat, jahe, dan sereh.
Masukkan ikan yang telah direndam tadi.
Masak hingga makan
Masukkan perasan air jeruk.
Dan, sup ikan bilendhango siap dinikmati, :)

Yak, selain dapat menikmati kuliner khas Gorontalo yang lezat ini, kita juga mendapatkan protein hewani yang terkandung dalam ikan pada Sup Ikan Bilendhango.

Kunjungi lebih lanjut ke : www.nutrisiuntukbangsa.org