Sabtu, 08 Januari 2011

the simple thing for our earth


Global warming adalah isu dunia yang nggak akan ada habis-habisnya buat kita kulik dan bahas lebih mendalam. Global warming bukan istilah yang nge-trend baru-baru ini di kalangan masyarakat dunia. Istilah ini sudah mulai mem-boom-ing pada awal tahun 2000-an.

Usia bumi yang tidak lagi muda harusnya menjadikan kita semakin mencintai bumi ini sebagai satu-satunya tempat kita hidup dan tumbuh-kembang. Menjadikan kita semakin peduli akan lingkungan, melestarikan semua yang ada, dan menjaga yang sudah hampir hilang. Bukan melakukan banyak sekali kelalaian hingga membuat bumi kita semakin panas. Munculnya efek rumah kaca, lapisan ozon yang robek, rob dan tsunami, puting beliung dan tornado, mencairnya gunung es raksasa di kutub bumi dan berbagai gejala alam lainnya mulai terjadi sebagai akibat meningkatnya suhu bumi.
Masalah ini adalah masalah yang mendunia, yang memerlukan perhatian dari segala kalangan masyarakat. Sebelum melakukan perubahan besar, kita bisa membenahi pribadi kita sendiri dengan melakukan hal sederhana yang bisa membuat bumi kita sedikit beristirahat.

Mencintai bumi dan men-stop Global Warming semoga bukan hanya sekedar slogan-slogan dan ucapan semata tanpa diikuti dengan langkah nyata dalam pelestariannya.

Kita bisa memulainya dengan menghemat listrik.

Disini saya tidak ingin membicarakan tentang kebiasaan para pejabat di negeri ini yang kurang care terhadap pemakaian listrik yang terdapat di kantor-kantor pemerintahan melainkan kesadaran kita sebagai sesama manusia yang masih tinggal di bumi dan masih menginginkan bumi yang nyaman untuk anak-cucu kita kelak.

Menghemat listrik dengan mematikan alat yang menggunakan sumber daya listrik dapat menjadi salah satu cara kita dalam mencintai bumi ini. Dengan menghidupkan lampu-lampu penerang mulai jam 18.00 dan mematikannya lagi maksimal pada jam 06.00. Matikan lampu di dalam kamar disaat kita tidur, kebiasaan ini harus di biasakan kepada seluruh anggota keluarga. Gunakan tampungan air/water turn jika mengalirkan air sumur dengan pompa listrik jangan hanya cukup untuk memenuhi bak mandi saja, sebab hidup dan mati saklar power pompa air sangat boros terhadap penggunaan listrik

Apasih hubungannya menghemat listrik dengan global warming ini?
Perlu kita ketahui bersama bahwa tenaga listrik yang kita gunakan itu dihasilkan oleh PLN yang sebagian besar berasal dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang menggunakan minyak bumi berbentuk solar. Selain menguras cadangan minyak fosil dari perut bumi, pemakaian listrik juga mengasilkan sisa bakaran (emisi dan polusi) berupa carbon (CO2) yang sangat berdampak pada berbagai kejadian di atas muka bumi dan selanjutnya mempengaruhi perilaku manusia secara global.

Penguburan sampah organic di daerah sekitar rumah kita pun, dapat menjadi salah satu upaya dalam pecegahan global warming. Selain dapat menyuburkan tanah disekitar guna membantu penyerapan air hujan yang meresap ke tanah. Penguburan juga dapat menjadi salah satu upaya dalam mencegah penumpukan sampah organic di atas tanah. Penumpukan sampah organic diatas tanah, selain dapat menimbulkan bau yang cukup tidak enak, juga dapat mengeluarkan gas karbon dioksida, Dinitroksida, dan metana yang juga menjadi salah satu penyebab dari efek rumah kaca yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu bumi.
Batasi konsumsi daging-dagingan. Tahukah kamu bahwa semakin meningkatnya kebutuhan akan daging di suatu daerah akan menjadikan daerah itu lebih meningkatkan pula produksi ternaknya? Selain karena luasnya lahan peternakan yang dibutuhkan biasanya didapatkan dari hasil penebangan hutan/pemakaian lahan yang seharusnya bisa ditanami oleh pepohonan, Tinja dari hewan ternak yang berbeda pengelolaannya dengan tinja manusia yang tertanam dalam tanah. Tinja ternak umumnya dibiarkan begitu saja di atas permukaan tanah. Tinja ini dapat mengeluarkan senyawa amonia dan nitrogen yang berperan penting dalam penigkatan suhu bumi. Bahkan seekor sapi rata-rata menghasilkan Nitrogen dua kali lipat dibandingkan mobil dengan katalisator yaitu sekitar 36 kilogram per tahun.

Nitrogen sesungguhnya adalah senyawa esensial untuk pertumbuhan tanaman, tetapi bila berlebih justru dapat menimbulkan fertilisasi berlebihan (over-fertilization). Hutan mula-mula tumbuh lebih cepat dengan pasokan nitrogen yang tinggi dan kemudian menunjukkan reaksi kehancuran hanya jika lapisan tanah menjadi sangat jenuh dengan nitrogen.

Saya pribadi mengajak kita semua untuk melakukan hal terkecil , hal tersimpel yang bisa kita lakukan untuk melestarikan bumi kita 

Tidak ada komentar:

Sabtu, 08 Januari 2011

the simple thing for our earth


Global warming adalah isu dunia yang nggak akan ada habis-habisnya buat kita kulik dan bahas lebih mendalam. Global warming bukan istilah yang nge-trend baru-baru ini di kalangan masyarakat dunia. Istilah ini sudah mulai mem-boom-ing pada awal tahun 2000-an.

Usia bumi yang tidak lagi muda harusnya menjadikan kita semakin mencintai bumi ini sebagai satu-satunya tempat kita hidup dan tumbuh-kembang. Menjadikan kita semakin peduli akan lingkungan, melestarikan semua yang ada, dan menjaga yang sudah hampir hilang. Bukan melakukan banyak sekali kelalaian hingga membuat bumi kita semakin panas. Munculnya efek rumah kaca, lapisan ozon yang robek, rob dan tsunami, puting beliung dan tornado, mencairnya gunung es raksasa di kutub bumi dan berbagai gejala alam lainnya mulai terjadi sebagai akibat meningkatnya suhu bumi.
Masalah ini adalah masalah yang mendunia, yang memerlukan perhatian dari segala kalangan masyarakat. Sebelum melakukan perubahan besar, kita bisa membenahi pribadi kita sendiri dengan melakukan hal sederhana yang bisa membuat bumi kita sedikit beristirahat.

Mencintai bumi dan men-stop Global Warming semoga bukan hanya sekedar slogan-slogan dan ucapan semata tanpa diikuti dengan langkah nyata dalam pelestariannya.

Kita bisa memulainya dengan menghemat listrik.

Disini saya tidak ingin membicarakan tentang kebiasaan para pejabat di negeri ini yang kurang care terhadap pemakaian listrik yang terdapat di kantor-kantor pemerintahan melainkan kesadaran kita sebagai sesama manusia yang masih tinggal di bumi dan masih menginginkan bumi yang nyaman untuk anak-cucu kita kelak.

Menghemat listrik dengan mematikan alat yang menggunakan sumber daya listrik dapat menjadi salah satu cara kita dalam mencintai bumi ini. Dengan menghidupkan lampu-lampu penerang mulai jam 18.00 dan mematikannya lagi maksimal pada jam 06.00. Matikan lampu di dalam kamar disaat kita tidur, kebiasaan ini harus di biasakan kepada seluruh anggota keluarga. Gunakan tampungan air/water turn jika mengalirkan air sumur dengan pompa listrik jangan hanya cukup untuk memenuhi bak mandi saja, sebab hidup dan mati saklar power pompa air sangat boros terhadap penggunaan listrik

Apasih hubungannya menghemat listrik dengan global warming ini?
Perlu kita ketahui bersama bahwa tenaga listrik yang kita gunakan itu dihasilkan oleh PLN yang sebagian besar berasal dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang menggunakan minyak bumi berbentuk solar. Selain menguras cadangan minyak fosil dari perut bumi, pemakaian listrik juga mengasilkan sisa bakaran (emisi dan polusi) berupa carbon (CO2) yang sangat berdampak pada berbagai kejadian di atas muka bumi dan selanjutnya mempengaruhi perilaku manusia secara global.

Penguburan sampah organic di daerah sekitar rumah kita pun, dapat menjadi salah satu upaya dalam pecegahan global warming. Selain dapat menyuburkan tanah disekitar guna membantu penyerapan air hujan yang meresap ke tanah. Penguburan juga dapat menjadi salah satu upaya dalam mencegah penumpukan sampah organic di atas tanah. Penumpukan sampah organic diatas tanah, selain dapat menimbulkan bau yang cukup tidak enak, juga dapat mengeluarkan gas karbon dioksida, Dinitroksida, dan metana yang juga menjadi salah satu penyebab dari efek rumah kaca yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu bumi.
Batasi konsumsi daging-dagingan. Tahukah kamu bahwa semakin meningkatnya kebutuhan akan daging di suatu daerah akan menjadikan daerah itu lebih meningkatkan pula produksi ternaknya? Selain karena luasnya lahan peternakan yang dibutuhkan biasanya didapatkan dari hasil penebangan hutan/pemakaian lahan yang seharusnya bisa ditanami oleh pepohonan, Tinja dari hewan ternak yang berbeda pengelolaannya dengan tinja manusia yang tertanam dalam tanah. Tinja ternak umumnya dibiarkan begitu saja di atas permukaan tanah. Tinja ini dapat mengeluarkan senyawa amonia dan nitrogen yang berperan penting dalam penigkatan suhu bumi. Bahkan seekor sapi rata-rata menghasilkan Nitrogen dua kali lipat dibandingkan mobil dengan katalisator yaitu sekitar 36 kilogram per tahun.

Nitrogen sesungguhnya adalah senyawa esensial untuk pertumbuhan tanaman, tetapi bila berlebih justru dapat menimbulkan fertilisasi berlebihan (over-fertilization). Hutan mula-mula tumbuh lebih cepat dengan pasokan nitrogen yang tinggi dan kemudian menunjukkan reaksi kehancuran hanya jika lapisan tanah menjadi sangat jenuh dengan nitrogen.

Saya pribadi mengajak kita semua untuk melakukan hal terkecil , hal tersimpel yang bisa kita lakukan untuk melestarikan bumi kita 

Tidak ada komentar: